Ghoziyah's Blog

Archive for July 8th, 2009

NO

PERBEDAAN

BABAD

HIKAYAT

SULUK

1

Asal kata

Babad (bahasa Jawa)

Hikayah (bahasa arab)

Fasluki (terminologi Al-Qur’an)

2

Arti kata

Cerita rekaan (fiksi)

Kisah, cerita, atau dongeng

Menempuh (jalan)

3

Pengertian Kisah rekaan pujangga keraton yang sering dianggap sebagai pe-ristiwa sejarah Cerita atau dongeng yang berpangkal dari pe-ristiwa atau tokoh sejarah Karya-karya yang ber-hubungan dengan soal-soal tasawwuf

4

Asal sastra

Kesusastraan Jawa

Kesusastraan Melayu

Kesusastraan Jawa

5

Bahasa tulisan

Bahasa Jawa baru

Bahasa Melayu

Bahasa Jawa

6

Tempat lebih di-kenal

Mataram

Melayu

Jawa

7

Bentuk tulisan

Sajak

Gancaran (karangan bebas atau prosa)

Lagu

8

Isi tulisan ۞ Sejarah kerajaan-kerajaan۞ Pahlawan-pahlawan

۞ Kejadian-kejadian tertentu

۞ Kehebatan maupun kepahlawanan sese-orang۞ Lengkap dengan kea-nehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama ۞ Soal-soal tasawwuf

9

Contoh ۞ Babad Tanah Jawi (Jawa Kuno)۞ Babad Cirebon ۞ Hikayat 1001 Malam۞ Hikayat Amir Hamzah

۞ Hikayat Pandawa Lima (Hindu)

۞ Hikayat Sri Rama (Hindu)

۞ Suluk Sukarsa۞ Suluk Wijil

۞ Suluk Malang Sumirang

۞ dan sebagainya

Teori Giddens
Ada dua pendekatan yang kontras bertentangan, dalam memandang realitas sosial. Pertama, pendekatan yang terlalu menekankan pada dominasi struktur dan kekuatan sosial (seperti, fungsionalisme Parsonian dan strukturalisme, yang cenderung ke obyektivisme). Kedua, pendekatan yang terlalu menekankan pada individu (seperti, tradisi hermeneutik, yang cenderung ke subyektivisme).

Menghadapi dua pendekatan yang kontras berseberangan tersebut, Anthony Giddens tidak memilih salah satu, tetapi merangkum keduanya lewat teori strukturasi. Lewat teori strukturasi, Giddens menyatakan, kehidupan sosial adalah lebih dari sekadar tindakan-tindakan individual. Namun, kehidupan sosial itu juga tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan-kekuatan sosial.

Menurut Giddens, human agency dan struktur sosial berhubungan satu sama lain. Tindakan-tindakan yang berulang-ulang (repetisi) dari agen-agen individual-lah yang mereproduksi struktur tersebut. Tindakan sehari-hari seseorang memperkuat dan mereproduksi seperangkat ekspektasi. Perangkat ekspektasi orang-orang lainlah yang membentuk apa yang oleh sosiolog disebut sebagai “kekuatan sosial” dan “struktur sosial.”

Hal ini berarti, terdapat struktur sosial –seperti, tradisi, institusi, aturan moral—serta cara-cara mapan untuk melakukan sesuatu. Namun, ini juga berarti bahwa semua struktur itu bisa diubah, ketika orang mulai mengabaikan, menggantikan, atau mereproduksinya secara berbeda.

Teori Cooley

Dalam perspektif ini dikenal nama sosiolog George Herbert Mead (1863–1931), Charles Horton Cooley (1846–1929), yang memusatkan perhatiannya pada interaksi antara individu dan kelompok. Mereka menemukan bahwa individu-individu tersebut berinteraksi dengan menggunakan simbol-simbol, yang di dalamnya berisi tanda-tanda, isyarat dan kata-kata. Teori interaksionisme simbolis adalah salah satu cabang dalam teori sosiologi yang mengemukakan tentang diri sendiri (the self) dan dunia luarnya. Di sini Cooley menyebutnya sebagai looking glass self. Dengan mengetahui interaksionisme simbolik sebagai teori maka kita akan bisa memahami fenomena sosial lebih luas melalui pencermatan individu. Ada tiga premis utama dalam teori interaksionisme simbolis ini, yakni manusia bertindak berdasarkan makna-makna; makna tersebut didapatkan dari interaksi dengan orang lain; makna tersebut berkembang dan disempurnakan saat interaksi tersebut berlangsung.

Teori Erikson

Menurut Erikson, perkembangan kepribadian seseorang itu berlangsung melalui delapan tahapan yang perpindahannya ditandai oleh adanya krisis jati diri atau identitas. Delapan tahapan tersebut adalah tahap bayi, tahap awal kanak-kanak, tahap bermain, tahap sekolah, tahap remaja, tahap dewasa, tahap dewasa menengah, dan tahap tua.

Teori Horton

Menurut Horton, kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, dan temperamen seseorang. Sikap, perasaan, ekspresi, dan temperamen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika dihadapkan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan berperilaku yang baku, atau berpola dan konsisten, sehingga cirri khas pribadinya.

Teori Jean Piaget

Peer group adalah kelompok pertemanan dengan teman sebaya. Menurut Piaget, hubungan di antara teman sebaya lebih demokratis dibanding hubungan hubungan antara anak dan orangtua. Hubungan antarteman sebaya lebih diwarnai oleh semangat kerja sama dan saling member dan menerima di antara anggota kelompok. Menurut Piaget, dalam keluarga, orang tua dapat memaksakan berlakunya aturan keluarga. Dalam kelompok teman sebaya, aturan perilaku dicari dan diuji kemanfaatannya secara bersama-sama. Ketika anak tumbuh semakin dewasa, peran keluarga dalam perkembangan sosial semakin berkurang dan digantikan oleh kelompok teman sebaya.

Teori Albert Bandura

Pandangan dasar teori sosialisasi adalah bahwa penyimpangan sosial merupakan produk dari proses sosialisasi yang kurang sempurna atau gagal. Menurut Albert Bandura misalnya, anak-anak belajar perilaku menyimpang dengan mengamati dan meniru orang lain yang memiliki perilaku menyimpang. Khususnya, mereka mengamati dan meniru orang yang dekat dengannya.

Teori Emile Durkheim

Emile Durkheim, sosiolog dari Perancis, memperkenalkan konsep tentang anomi (anomie) dalam karyanya yang terkenal The Division of Labour in Society. Ia menggunakan konsep anomi untuk mendeskripsikan kondisi tanpa norma yang terjadi dalam masyarakat. Anomi berarti runtuhnya norma mengenai bagaimana masyarakat seharusnya bersikap terhadap yang lain. Masyarakat tidak tahu lagi apa yang bias diharapkan orang lain. Kondisi itu, menurut Durkheim, akan melahirkan perilaku menyimpang. Anomi mengacu pada hancurnya norma-norma sosial, ketika norma tidak lagi mengontrol tindakan anggota masyarakat.

Teori Goffman

Bagi Erving Goffman, perilaku menyimpang terjadi karena adanya stigma. Stigma adalah pernamaan yang sangat negative kepada seseorang/kelompok sehingga mampu mengubah secara radikal konsep diri dan identitas sosial mereka. Adanya stigma akan membuat seseorang atau sebuah kelompok dianggap negatif dan diabaikan, sehingga mereka disisihkan secara sosial.

Teori Howard S. Becker

Menurut Howard S. Becker tindakan perilaku menyimpang sesunguhnya tidak ada. Setiap tindakan sebenarnya bersifat “netral” dan “relatif”. Artinya, makna tindakan itu relatif tergantung pada sudut pandang orang yang menilainya. Sebuah tindakan disebut perilaku menyimpang karena orang lain/masyarakat memaknai dan menamainya (labeling) sebagai perilaku menyimpang. Penyebutan sebuah tindakan sebagai perilaku menyimpang sangat bergantung pada proses deteksi, definisi, dan tanggapan seseorang terhadap sebuah tindakan.

Teori Caesare Lombroso

Lombroso menyatakan, bahwa pelaku kejahatan pada umumnya memiliki cirri-ciri fisik yang berbeda bila dibandingkan dengan orang kebanyakan. Menurutnya, para pelaku kajahatan umumnya memiliki cirri fisik: raut muka murung/sedih, rahang dan tulang pipi menonjol keluar, bulu-bulu yang berlebihan, dan jari-jari yang luar biasa panjang, sehingga membuat mereka menyerupai nenek moyang manusia (kera).

Teori Robert K. Merton

Teori ketegangan (strain theory) dikemukakan oleh Robert K. Merton. Ia menyatakan bahwa perilaku meyimpang lahir dari kondisi sosial terentu. Tepatnya, munculnya perilaku menyimpang ditentukan oleh seberapa baik sebuah masyarakat mampu menciptakan keselarasan antara aspirasi warga masyarakat dengan cara pencapaian yang dilegalkan masyarakat. Jika tidak ada keselarasan antara aspirasi-aspirasi warga masyarakat dengan cara-cara legal yang ada, maka akan lahir perilaku menyimpang. Jadi, perilaku menyimpang merupakan akibat dari adanya ketegangan antara aspirasi apa yang dianggap bernilai oleh warga masyarakat dan cara pencapaian aspirasi yang dianggap sah oleh masyarakat.

Kalau mendengar kata ambulans, yang terbayangkan adalah takut, serem, dan mengerikan. Betapa tidak. Sebagus dan semewah apa pun jenis mobilnya, tetapi bila sudah dicat putih, bertanda palang merah dan ditulisi kata ambulans, tetap saja mobil itu “mengerikan”. Ya, karena mobil itu sudah jelas fungsinya untuk mengangkut jenazah, orang yang kecelakaan, atau paling tidak untuk membawa orang sakit ke rumah sakit atau sebaliknya.

Soal warnanya putih, tentu bukan hal yang aneh lagi bukan karena dunia kesehatan identik dengan warna putih. Tanda palang merah pun, teman-teman tentu sudah mengetahuiny, yakni sebagai lambang Palang Merah Indonesia. Namun bagaimana dengan tulisan “ambulans”-nya yang ditulis terbalik di bagian depan mobil? Tahukah teman-teman mengapa demikian?

Sebenarnya itu ada kaitannya dengan mengapa bayangan di cermin bertolak belakang dengan aslinya. Bila kita menghadap ke cermin, kita akan dapat melihat gambar kita berhadap-hadapan dengan kita. Dan bila kita membelakangi cermin, bayangannya pun akan membelakangi kita pula. Nah, hal ini terjadi karena cahaya yang dipantulkan oleh cermin akan lurus secara tepat dengan cara yang sama pada saat cermin membenturnya. Hal ini disebabkan oleh cermin memiliki permukaan yang halus sehingga bayangan yang ditimbulkan akan persis dengan aslinya. Seperti tubuh kita, kepala muncul di atas, kaki di bawah, tangan kiri di kiri kita, dan begitu pula tangan kanan. Akan tetapi, bayangannya terbalik, berhadap-hadapan, atau saling membelakangi.

Bila kita melihat beberapa tulisan di cermin, tulisan itu akan tampak terbalik dan begitu pun tulisan yang terbalik dalam aslinya akan tampak benar bila dilihat dari spion. Itu sebabnya kata “ambulans” ditulis terbalik agar para pengemudi mobil-mobil yang berada di depan mengetahui ada mobil ambulans di belakangnya sehingga mereka akan segera memberikan jalan agar ambulans bisa mendahuluinya.

Hal ini bisa dibuktikan oleh teman-teman di rumah. Caranya, buatlah dua tulisan, yang satu ditulis sebenarnya dari kiri ke kanan dan yang satu lagi ditulis berlawanan, terbalik yaitu dari kanan ke kiri, sebagaimana tulisan ambulans pada mobil. Lalu, hadapkan tulisan itu pada cermin dan kemudian perhatikan apa yang terjadi. Dari percobaan ini akan didapatkan jawaban mengapa tulisan ambulans pada mobil ditulis terbalik.


Calendar

July 2009
S M T W T F S
     
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

Archives

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.